Loading...

UIN Raden Mas Said Gelar FGD Penguatan Kampus Inklusi

Diterbitkan pada
7 Agustus 2025 17:00 WIB

Baca

Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Penguatan Kampus Inklusi pada Jumat, 8 Agustus 2025. Acara ini berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dekan, ketua lembaga, koordinator program studi, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan dimulai pukul 12.30 WIB dengan registrasi peserta yang dikelola oleh tim kesekretariatan.

Pembukaan acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UIN Raden Mas Said Surakarta yang dipandu oleh dirigen, menciptakan suasana khidmat dan penuh semangat. Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag., memberikan sambutan pembuka yang menegaskan pentingnya penguatan kampus inklusi sebagai bagian dari visi universitas dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah, setara, dan menghargai keberagaman. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Hj. Hafidah, S.Ag., M.Ag., yang menekankan peran mutu pendidikan dalam mendukung implementasi kampus inklusi.

Sesi materi pertama menghadirkan narasumber Prof. Dr. Sunardi, M.Sc., yang memaparkan tentang Paradigma dan Implementasi Pendidikan Inklusif di Perguruan Tinggi Asia. Dalam paparannya, beliau menjelaskan tren, tantangan, dan strategi yang telah berhasil diterapkan di berbagai negara Asia untuk mendukung mahasiswa berkebutuhan khusus. Sesi ini dipandu oleh moderator Dr. Nur Asiyah, S.S., M.A., yang memfasilitasi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber.

Materi kedua disampaikan oleh Prof. Megan J. Lowton dengan topik Paradigma Pendidikan Inklusi di Eropa. Beliau memaparkan kebijakan, pendekatan pedagogis, serta praktik terbaik yang telah berjalan di universitas-universitas Eropa. Diskusi ini membuka wawasan para peserta mengenai peluang adaptasi model pendidikan inklusi yang relevan dengan konteks Indonesia. Sesi ini kembali dimoderatori oleh Dr. Nur Asiyah, yang menjaga alur diskusi tetap fokus dan produktif.

Acara diakhiri pada pukul 16.00 WIB dengan penutupan oleh panitia. Kegiatan FGD ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi UIN Raden Mas Said Surakarta untuk memperkuat komitmen terhadap kampus inklusi, melalui pengembangan kebijakan, peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, serta penciptaan fasilitas yang mendukung aksesibilitas bagi seluruh civitas akademika tanpa terkecuali.